Translate

Jumat, 19 Oktober 2018

MODEL PEMBELAJARAN


Alur pemilihan model pembelajaran:
  • Guru harus memahami KD, merumuskan IPK  selanjutnya memilih Model Pembelajaran
  • Menggunakan pendekatan ilmiah dan/atau pendekatan lain yang relevan dengan karakteristik setiap mata pelajaran
  • Menerapkan pembelajaran aktif yang bermuara pada pengembangan pembelajaran HOTS
  • Menggambarkan sintaks/tahapan yang jelas (apabila menggunakan model pembelajaran tertentu)
  • Sesuai dengan tujuan pembelajaran
  • Menggambarkan proses pencapaian kompetensi


Model pembelajaran memiliki lima unsure dasar (Joyce & Weil, 1982)
  1. syntax, langkah-langkah operasional pembelajaran,
  2. social system, suasana dan norma yang berlaku dalam pembelajaran,
  3. principles of reaction, menggambarkan bagaimana seharusnya guru memandang, memperlakukan, dan merespon siswa,
  4. support system, segala sarana, bahan, alat, atau lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran, dan
  5. instructional dan nurturant effects—hasil belajar yang diperoleh langsung berdasarkan tujuan yang ditetapkan (instructional effects) dan hasil belajar di luar yang ditetapkan (nurturant effects).

Model Inquiry Learning
Model pembelajaran inkuiri merupakan salah satu kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematik, kritis, logis, dan analisis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya. Adapaun langkah-langkah dalam pembelajaran inkuiri yaitu:
  • a.       mengamati
  • b.      mengajukan pertanyaan
  • c.       mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban
  • d.      mengumpulkan data
  • e.       merumuskan kesimpulan


Model Discovery Learning
Model ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari tahu tentang suatu permasalahan dan menemukan solusinya berdasarkan kepada hasil pengolahan informasi yang dicari dan dikumpulkannya sendiri, sehingga peserta didik memiliki pengetahuan baru yang dapat digunakannya dalam memecahkan persoalan yang relevan. Adapun langkah-langkah dalam pembelajaran ini yaitu:
  • a.       Stimulation (memberi stimulus)
  • b.      Problem Statement (mengidentifikasi masalah)
  • c.       Data Collecting (mengumpulkan data)
  • d.      Data Processing (mengolah data)
  • e.       Verification (memverifikasi)
  • f.       Generalization (menyimpulkan)


Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Model pembelajaran ini bertujuan merangsang peserta didik untuk belajar melalui berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari dikaitkan dengan pengetahuan yang telah atau akan dipelajarinya. Adapun langkah-langkahnya yaitu:
  • a.       Mengorientasi peserta didik pada masalah
  • b.      mengorhanisasikan kegiatan pembelajaran
  • c.       membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok
  • d.      mengembangkan dan menyajian hasil karya
  • e.       analisi dan evaluasi proses pemecahan masalah


Model Pembelajaran Berbasis Proyek
Model pembelajaran ini bertujuan untuk pembelajaran yang memfokuskan pada permasalahan kompleks yang diperlukan peserta didik untuk memahami pembelajaran melalui investigasi, berkolaborasi dan bereksperimen dalam membuat suatu proyek, serta mengintegrasikan berbagai subyek (materi) dalam kurikulum. Langkah-langkahnya yaitu:
  • a.       menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek
  • b.      mendesain perencanaan proyek
  • c.       menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek
  • d.      memonitor kegiatan dan perkembangan proyek
  • e.       menguji hasil
  • f.       mengevaliasi kegiatan



Sumber: PPT Kurikilum 2013 dan Implementasinya oleh Dr. Christina Tulalessy

Kamis, 26 Maret 2015

5 Manfaat Berolahraga di Luar Ruangan

1. Paparan sinar matahari

Banyak pakar mengatakan bahwa sinar matahari pagi dan sore memiliki manfaat besar bagi tubuh. Tak ayal, alasan inilah yang membuat berolahraga di luar ruangan lebih bermanfaat.

Paparan sinar matahari tak hanya membantu proses penyerapan vitamin D bagi tubuh, namun juga memiliki manfaat lain. Tidur menjadi lebih enak, meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbanyak produksi endorfin, hormon pembuat bahagia.


2. Menyehatkan jiwa

Tentu saja alasan utama seseorang berolahraga adalah menyehatkan tubuh. Namun jika olahraga dilakukan di luar ruangan, kesehatan mental juga akan terjaga.

Penelitian yang dilakukan Peninsula College of Medicine and Dentistry menganalisis 11 gejala umum gangguan jiwa pada 800 orang. Kelompok pertama diminta untuk melakukan olahraga di luar ruangan dan dibandingkan dengan kelompok kedua yang berolahraga di dalam ruangan.

Terbukti, melakukan olahraga di luar ruangan mengurangi kebingungan, rasa amrah, depresi dan perasaan kesal.


3. Lebih percaya diri

Beberapa orang tak percaya diri pergi ke gym karena selalu menjadi sorotan. Tak sedikit orang yang akhirnya malah diolok-olok karena bentuk badannya yang lebih jelek dibanding pengguna gym lainnya.

Olahraga di luar bisa menjadi alternatif daripada Anda tak berolahraga sama sekali. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh University of Essex membuktikan hal tersebut. Mereka yang berolahraga di luar ruangan memiliki rasa percaya diri tinggi. Bonusnya, olahraga di luar ruangan lebih sukses menurunkan berat badan.


4. Lebih mudah ditekuni

Berolahraga teratur memang sulit, namun jika Anda sudah menemukan rasa senang ketika berolahraga maka olahraga akan lebih mudah ditekuni.

Penelitian dari Kanada terhadap 100 wanita yang sudah mengalami menopause membuktikannya. Mereka yang melakukan olahraga di luar ruangan seperti senam dan aerobik lebih banyak daripada olahraga dalam ruangan setelah 6 bulan.


5. Lebih murah daripada ke gym

Alasan utama seseorang malas berolahraga ke tempat fitness adalah biaya bulanan yang terkadang membuat dompet tipis. Solusinya tentu saja melakukan olahraga di luar ruangan.

Hanya modal sepatu, Anda dapat melakukan jogging, lari hingga senam daripada membayar ratusan ribu rupiah untuk melakukan hal yang sama.





Sumber: http://health.detik.com