Translate

Jumat, 22 Oktober 2010

Sekularisme dan Sekularisasi

Sebelum memahami lebih jauh tentang sekularisme dengan sekularisasi, ada baiknya jika kita bedah apa arti sekuler itu sendiri. Sekuler adalah sebuah pengertian netral. Ia tidak terkait dengan paham, tetapi bermakna tanpa kualifikasi baik atau buruk. Kata sekuler berasal dari kata Latin “seculum” berarti “dunia.”
Sekularisme tidak identik dengan sekuler. Sekularisme tumbuh sebagai suatu paham dan ideologi yang memisahkan diri sama sekali suatu bentuk keyakinan tertentu.

Sekularisme adalah sebuah paham atau ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi(baik organisasi ataupun Negara) harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan(dogma). Sekularisme tidak memihak kepada sebuah kepercayaan tertentu, sehingga dapat menunjang kebebasan beragama dan membebaskan dari pemaksaan atas suatu kepercayaan tertentu.

Sekularisme mempunyai konsep sendiri. Dalam ranah politik misalnya, sekularisme mempunyai konsep pemisahan antara agama dengan pemerintahan, atau mengantikan hukum keagamaan dengan hukum sipil, dan lain sebagainya. Sekularisme identik dengan atheisme.

Sedangkan sekularisasi berhubungan erat dengan sekularisme, sebab sekularisasi berarti penerapan sekularisme. Namun ada beberapa perbedaan yang sangat mendasar antara sekularisme dengan sekularisasi, terutama dalam ranah praktik. Sekularisasi diartikan sebagai pemisah antara urusan duniawi dan ukhrawi. Jadi sekularisasi berarti terlepasnya dunia dari pengertian-pengertian religius yang suci, dari pandangan dunia semu, atau dari semua mitos supra-natural. Sekularisasi tidak hanya melingkupi aspek-aspek kehidupan sosial dan politik saja, tetapi juga telah merambah ke aspek kultur, karena proses tersebut menunjukkan lenyapnya penentuan simbol-simbol integrasi kultural. Sekularisasi juga berarti merosotnya otoritas agama-agama.

Sekularisasi adalah gerakan yang menerima otonomi dunia di satu pihak, dan di lain pihak mengakui adanya eksistensi Tuhan serta segala bentuk ajarannya. Sekularisasi bertolak belakang dengan sekularisme yang menyangkal eksistensi dan otonomi Tuhan.

Maka, sesuai dengan ringkasan diatas dapat disimpulkan bahwa semua orang beragama menolak sekularisme yang menyangkal otonomi agama dan dogmanya. Sekularisasi mendudukkan agama sebagai aspek sentral dalam membicarakan dan memerikan penilaian terhadap konsep-konsep tentang sekularisasi, serta agama sebagai kacamata untuk melihat proses atau fenomena sekularisasi tersebut. Sekularisasi telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Selama kita masih perduli dan mengakui eksistensi orang berbeda ideologi, kita sudah menjadi bagian dari proses sekularisasi.

3 komentar:

  1. Bagus tulisannya. Saya ada tulisan senada, yaitu http://www.anakadam.com/2016/08/sekularisasi-sebagai-semen-sosial/

    BalasHapus
  2. Coba jelaskan tentang sukalaristik

    BalasHapus

Powered By Blogger