Translate

Rabu, 17 Mei 2023

Penilaian NonTes dengan Angket (Kuesioner)

 

Angket (kuesioner) merupakan alat pengumpul data melalui komunikasi tidak langsung, yaitu melalui tulisan. Angket ini berisi daftar pertanyaan yang bertujuan untuk mengumpulkan keterangan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan responden.

Beberapa petunjuk untuk menyusun angket:

Ø           gunakan kata-kata yang tidak mempunyai arti lengkap

Ø           susun kalimat sederhana tapi jelas

Ø           hindari kata-kata yang sulit dipahami

Ø           pertanyaan jangan bersifat memaksa untuk dijawab

Ø           hindarkan kata-kata yang negatif dan menyinggung perasaan responden.

 

Tentang macam kuesioner, dapat ditinjau dari beberapa segi :

a)      Ditinjau dari segi siapa yang menjawab:

1)      Kuesioner langsung

Kuesioner dikatakan langsung jika kuesioner tersebut dikirimkan dan diisi langsung oleh orang yang akan dimintai jawaban tentang dirinya.

2)      Kuesioner tidak langsung

Adalah kuesioner yang dikirimkan dan diisi oleh bukan orang yang diminta keterangannya. Kuisioner tidak langsung biasanya digunakan untuk mencari informasi tentang bawahan, anak, saudara, tetangga dan sebagainya

b)      Ditinjau dari segi cara menjawabnya:

1)      Kuesioner tertutup

Adalah kuesioner yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban lengkap sehingga pengisi hanya tinggal memberi tanda pada jawaban yang dipilih.

2)      Kuesioner terbuka

Adalah kuesioner yang disusun sedemikian rupa sehingga para pengisi bebas mengemukakan pendapat. Kuesioner terbuka disusun apabila macam jawaban pengisi belum terperinci dengan jelas sehingga jawabannya akan beraneka ragam. Keterangan tentang alamat pengisi, tidak mungkin diberikan dengan cara memilih pilihan jawaban yang disediakan. Kuesioner terbuka juga digunakan untuk meminta pendapat seseorang.

Angket sebagai alat penilaian terhadap sikap tingkah laku, bakat, kemampuan, minat anak, mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan.

Kelebihan angket antara lain:

·   Dengan angket kita dapat memperoleh data dari sejumlah anak yang banyak yang hanya membutuhkan waktu yang singkat.

·          Setiap anak dapat memperoleh sejumlah pertanyaan yang sama

·          Dengan angket anak pengaruh subjektif dari guru dapat dihindarkan


Sedangkan kelemahan angket, antara lain:

·   Pertanyaan yang diberikan melalui angket adalah terbatas, sehingga apabila ada hal-hal yang kurang jelas maka sulit untuk diterangkan kembali.

·      Kadang-kadang pertanyaan yang diberikan tidak dijawab oleh semua anak, atau mungkin dijawab tetapi tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Karena anak merasa bebas menjawab dan tidak diawasi secara mendetail.

·    Ada kemungkinan angket yang diberikan tidak dapat dikumpulkan semua, sebab banyak anak yang merasa kurang perlu hasil dari angket yang diterima, sehingga tidak memberikan kembali angket nya.

Langkah-langkah menyusun angket:

1.       Merumuskan tujuan

2.       Merumuskan kegiatan

3.       Menyusun langkah-langkah

4.       Menyusun kisi-kisi

5.       Menyusun panduan angket

6.       Menyusun alat penilaian

Selasa, 16 Mei 2023

Penilaian NonTes dengan Cara Wawancara (Interview)

 

Wawancara, suatu cara yang dilakukan secara lisan yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan informasi yang hendak digali. wawancara dibagi dalam 2 kategori, yaitu pertama, wawancara bebas yaitu si penjawab (responden) diperkenankan untuk memberikan jawaban secara bebas sesuai dengan yang ia diketahui tanpa diberikan batasan oleh pewawancara. Kedua adalah wawancara terpimpin dimana pewawancara telah menyusun pertanyaan pertanyaan terlebih dahulu yang bertujuan untuk menggiring penjawab pada informasi-informasi yang diperlukan saja.

Wawancara adalah suatu tehnik penilain yang dilakukan dengan jalan percakapan (dialog) baik secara langsung (face to face relation) secara langsung apabila wawancara itu dilakukan kepada orang lain misalnya kepada orang tuannya atau kepada temanya.

Keberhasilan wawancara sebagai alat penilaian sangat dipengaruhi oleh beberapa hal:

1.             Hubungan baik pewawancara dengan anak yang diwawancarai. Dalam hal ini hendaknya pewawancara dapat menyesuikan diri dengan orang yang diwawancarai

2.             Keterampilan pewawancara

Keterampilan pewawancara sangat besar pengaruhnya terhadap hasil wawancara yang dilakukan, karena guru perlu melatih diri agar meiliki keterampilan dalam melaksanakan wawancara.

3.             Pedoman wawancara
Keberhasilan wawancara juga sangat dipengaruhi oleh pedoman yang dibuat oleh guru sebelum guru melaksanakan wawancara harus membuat pedoman-pedoman secara terperinci, tentang pertanyaan yang akan diajukan.

Langkah-langkah penyusunan wawancara :

1.             Perumusan tujuan

2.             Perumusan kegiatan atau aspek-aspek yang dinilai

3.             Penyusunan kisi-kisi

4.             Penyusunan pedoman wawancara

5.             Lembaran penilaian

Kelebihan dan kelemahan wawancara

Kelebihan wawancara yaitu :

1.       Wawancara dapat memberikan keterangan keadaan pribadi hal ini tergantung pada hubungan baik antara pewawancara dengan objek

2.       Wawancara dapat dilaksanakan untuk setiap umur dan mudah dalam pelaksaannya

3.       Wawancara dapat dilaksanakan serempak dengan observasi

4.       Wawancara dapat menimbulkan hubungan yang baik antara si pewawancara dengan objek.

5.       Data tentang keadaan individu lebih banyak diperoleh dan lebih tepat dibandingkan dengan observasi dan angket.

Sedangkan Kelemahan wawancara:

1.       Keberhasilan wawancara dapat dipengaruhi oleh kesediaan, kemampuan individu yang diwawancarai.

2.       Kelancaran wawancara dapat dipengaruhi oleh keadaan sekitar pelaksaan wawancara

3.       Wawancara menuntut penguasaan bahasa yang baik dan sempurna dari pewawancara

4.       Adanya pengaruh subjektif dari pewawancara dapat mempengaruhi hasil wawancara

Ada dua jenis wawancara yang dapat pergunakan sebagai alat evaluasi, yaitu:

1.       Wawancara terpimpin (Guided Interview) yang juga sering dikenal dengan istilah wawancara berstruktur (Structured Interview) atau wawancara sistematis (Systematic Interview) yaitu interview yang dilakukan oleh subyek evaluasi dengan cara mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang sudah disusun terlebih dahulu. Jadi, dalam hal ini responden pada waktu menjawab pertanyaan tinggal memilih jawaban yang sudah disiapkan oleh penanya. Pertanyaan itu kadang-kadang bersifat sebagai yang memimpin, mengarahkan, dan penjawab sudah dipimpin oleh sebuah daftar cocok, sehingga dalam menulis jawaban ia tinggal membubuhkan tanda cocok di tempat yang sesuai keadaan responden.

2.       Wawancara tidak terpimpin (Un-Guided Interview) yang sering dikenal dengan istilah wawancara sederhana (Simple Interview) atau wawancara tidak sistematis (Non-Systematic Interview), atau wawancara bebas, dimana responden mempunyai kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya, tanpa dibatasi oleh patokan-patokan yang telah dibuat oleh subyek evaluasi.

Powered By Blogger